Perayaan Yubileum 25 Tahun Kongregasi BTD dan Pencanangan 150 Tahun Baptisan Pertama di Paroki Hati Kudus Woloan
WOLOAN, 20 September 2026. Kongregasi Bruder Tujuh Duka Cita Santa Maria (BTD) bersama umat Paroki Hati Kudus Woloan menyelenggarakan perayaan syukur yubileum 25 tahun kongregasi sekaligus pencanangan perayaan 150 tahun baptisan pertama di Paroki Woloan, Minggu, 20 September 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung di Biara BTD, gereja pusat paroki, dan aula paroki dengan melibatkan para bruder, para imam, pemerintah, serta umat.
Perayaan ini menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan hidup dan pelayanan Kongregasi BTD selama seperempat abad. Pada kesempatan yang sama, umat Paroki Woloan memulai persiapan menuju peringatan 150 tahun baptisan pertama, sebuah peristiwa penting dalam sejarah kehidupan iman di wilayah tersebut. Kedua agenda ini mempertemukan keluarga besar kongregasi dan umat paroki dalam perayaan Ekaristi serta kebersamaan.
Uskup mengawali kunjungan dengan berangkat dari rumah keuskupan pada pukul 08.30 WITA dan tiba di Woloan sekitar pukul 09.30 WITA. Para bruder BTD menyambut kedatangannya dengan iringan tarian khas Nusa Tenggara Timur menuju biara. Penyambutan tersebut memberi nuansa budaya pada pembukaan rangkaian perayaan.
Setibanya di biara, Uskup bertemu dan berbincang dengan para pendiri serta pimpinan Kongregasi BTD. Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan donatur dari Belanda. Sambil menikmati hidangan ringan, mereka berbagi percakapan dalam suasana akrab sebelum melanjutkan kegiatan di gereja pusat paroki.
Dari biara, Uskup bersama rombongan menuju pastoran dengan iringan tarian Kabasaran. Di pastoran, Uskup dan para imam mempersiapkan diri serta mengenakan busana liturgi. Mereka kemudian berarak bersama para petugas liturgis menuju gereja untuk memulai perayaan Ekaristi.
Uskup memimpin Misa bersama para imam, di antaranya Pastor Jan S. Koraag, Pastor Bonifacius, Pastor Novi Tuyu, dan pastor tamu dari Timor-Leste. Uskup Emeritus Mgr. Josef Suwatan turut hadir dalam perayaan tersebut. Kehadiran para pemimpin Gereja, keluarga besar BTD, perwakilan Pemerintah Kota Tomohon, dan umat menunjukkan keterlibatan berbagai pihak dalam perayaan syukur ini.
Perayaan Ekaristi menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan. Melalui Misa, kongregasi dan umat paroki menyampaikan syukur atas perjalanan yang telah mereka lalui serta membawa harapan bagi kelanjutan pelayanan dan kehidupan menggereja di Woloan.
Sesudah homili, Uskup melantik dan memberkati panitia perayaan yubileum 150 tahun baptisan pertama di Paroki Woloan. Pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab panitia dalam mempersiapkan rangkaian perayaan yang akan datang.
Pencanangan berlangsung melalui pemukulan tetengkoren oleh Uskup bersama pimpinan BTD, perwakilan Pemerintah Kota Tomohon yang hadir mewakili Wali Kota, pastor paroki, dan utusan dari Belanda. Prosesi ini menjadi penanda resmi dimulainya persiapan yubileum sekaligus memperlihatkan dukungan bersama terhadap agenda bersejarah bagi umat Paroki Woloan.
Setelah Misa, Uskup, para imam, dan peserta mengikuti sesi foto bersama untuk mengabadikan perayaan. Uskup dan para imam kemudian kembali ke pastoran untuk berganti pakaian serta menikmati hidangan ringan sebelum menghadiri acara ramah tamah.
Pada pukul 12.15 WITA, Uskup bersama rombongan menuju aula paroki. Acara ramah tamah mempertemukan para bruder, umat, perwakilan pemerintah, dan undangan dalam suasana kebersamaan. Dalam acara tersebut, Uskup mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta.
Sesudah menyampaikan sambutan, Uskup mengundang anak-anak Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) untuk tampil di panggung. Anak-anak kemudian menyanyikan lagu “Di Hati Ini Ada Cinta”. Kehadiran mereka memberi suasana hangat dalam acara dan melibatkan generasi muda dalam sukacita perayaan kongregasi serta paroki.
Rangkaian ramah tamah berlanjut dengan makan bersama. Setelah itu, Uskup kembali mengikuti sesi foto bersama para bruder, perwakilan pemerintah, dan undangan lainnya. Pertemuan di aula menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk menjalin kebersamaan setelah mengikuti perayaan liturgi.
Usai kegiatan di Woloan, Uskup berpamitan dan melanjutkan kunjungan pastoral ke Gereja Stasi Bunda Maria Ratu Rosari Suci, Pinaras. Uskup tiba sekitar pukul 15.15 WITA untuk meninjau secara langsung perkembangan pembangunan gereja yang telah mencapai sekitar 90 persen.
Kunjungan ke Pinaras melengkapi agenda Uskup pada hari tersebut. Setelah melihat proses pembangunan gereja, Uskup kembali ke rumah keuskupan dan tiba pada pukul 16.00 WITA.
Perayaan yubileum 25 tahun Kongregasi BTD dan pencanangan 150 tahun baptisan pertama di Paroki Hati Kudus Woloan menandai dua perjalanan yang memiliki arti penting bagi kongregasi dan umat. Perayaan ini menghadirkan kesempatan untuk mengenang pelayanan yang telah berlangsung, mengucap syukur bersama, dan mempersiapkan peringatan sejarah baptisan di Woloan melalui keterlibatan Gereja, pemerintah, serta umat paroki.




































