Uskup Menerimakan Sakramen Krisma dan Merayakan Pesta Pelindung Gereja Kerahiman Ilahi Matani
Pada Minggu, 7 Juni 2021, Uskup bersama asistennya melaksanakan kunjungan pastoral ke Gereja Kerahiman Ilahi Matani, Paroki Roh Kudus Tomohon. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka perayaan pesta pelindung gereja sekaligus penerimaan Sakramen Krisma bagi 72 krismawan dan krismawati.
Sekitar pukul 09.00 WITA, Uskup tiba di pastoran dan disambut oleh pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki (DPP), tim kerja, para frater CMM, para suster, serta umat yang hadir. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati hidangan ringan, Uskup menuju Gereja Kerahiman Ilahi dengan menaiki bendi. Perjalanan menuju lokasi berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan.
Setibanya di gereja, Uskup bersama asistennya dan pastor paroki mempersiapkan diri untuk memimpin Perayaan Ekaristi. Para krismawan dan krismawati, yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian persiapan, telah menanti dengan tertib di depan gereja. Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 09.30 WITA dan berlangsung dengan khidmat. Dalam perayaan tersebut, Uskup menerimakan Sakramen Krisma kepada 72 orang. Perayaan turut dimeriahkan oleh Koor Kaum Bapak Katolik Paroki dan dihadiri oleh orang tua serta keluarga para penerima krisma, umat paroki, para undangan dari unsur pemerintah dan masyarakat, kelompok Kabasaran, serta seluruh panitia pelaksana.
Kegiatan dipusatkan di Gereja Kerahiman Ilahi dan aula yang berada di samping gereja. Pemilihan tempat ini berkaitan dengan aspirasi umat agar Gereja Kerahiman Ilahi kelak dapat menjadi gereja pusat Paroki Roh Kudus. Gereja pusat paroki yang digunakan saat itu dinilai tidak lagi mampu menampung pertumbuhan jumlah umat. Selain itu, tanah tempat gereja dan pastoran tersebut berdiri merupakan milik Kongregasi Frater CMM, bukan milik Keuskupan Manado.
Sesudah Perayaan Ekaristi, Uskup berdialog dengan pastor paroki, DPP, dan perwakilan umat mengenai keadaan serta perkembangan paroki. Dalam dialog tersebut, Uskup memaparkan visi dan misi Gereja Katolik Keuskupan Manado selama masa pelayanannya. Uskup juga mengingatkan kembali hasil Musyawarah Pastoral dan pentingnya melaksanakan Rencana Strategis Keuskupan yang kemudian perlu dijabarkan secara nyata dalam Rencana Strategis Paroki.
Dalam kesempatan yang sama, umat menyampaikan harapan agar gereja dan pastoran pusat paroki dapat dipindahkan ke kompleks Gereja Kerahiman Ilahi. Aspirasi tersebut diterima sebagai masukan yang perlu dipelajari secara saksama. Sebelum Keuskupan Manado mengambil keputusan akhir, diperlukan sosialisasi, persiapan, serta dialog yang terbuka antara pastor paroki, umat, Keuskupan Manado, dan pihak Frater CMM. Seluruh pertimbangan perlu diarahkan pada kebutuhan pastoral umat sekaligus memperhatikan keberadaan gereja dan pastoran pusat paroki yang lama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di aula paroki. Dalam sambutannya, Uskup menyampaikan terima kasih kepada pastor paroki, DPP, tim kerja, dan seluruh umat yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Uskup berharap agar aspirasi mengenai pemindahan pusat paroki dapat dibicarakan secara arif dan diwujudkan tanpa menimbulkan perselisihan. Kepada para krismawan dan krismawati, Uskup berpesan agar mereka menghayati nasihat yang telah disampaikan dalam homili dan amanat pengutusan, serta menjadi saksi Kristus yang dewasa dalam iman dan tekun mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.
Acara dilanjutkan dengan santap kasih bersama. Uskup kemudian menyerahkan piagam dan cendera mata berupa rosario kepada para penerima Sakramen Krisma. Rangkaian perayaan ditutup dengan sesi foto bersama para krismawan dan krismawati, keluarga, undangan, dan umat. Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh persaudaraan hingga sekitar pukul 16.00 WITA.
Setelah berpamitan kepada umat, Uskup melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi kediaman keluarga almarhum Pastor Echa Mantow di Tomohon.
