Pada Sabtu, 30 Mei 2026, umat Paroki GPI dan Paroki Paniki mengadakan perayaan syukur Hari Ulang Tahun Tahbisan Imamat Pastor Frangky Runtu, Pr. dan Pastor Yus Talangi, yang dirangkaikan dengan ziarah penutupan Bulan Rosario. Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Seminari Xaverius Kakaskasen tersebut dihadiri dan dipimpin oleh Uskup.
Perayaan ini merupakan program bersama kedua paroki sebagai ungkapan syukur umat atas anugerah tahbisan dan pengabdian imamat kedua pastor yubilaris. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi puncak sekaligus penutupan seluruh rangkaian devosi kepada Santa Perawan Maria selama Bulan Rosario.
Pemilihan Seminari Xaverius Kakaskasen sebagai tempat pelaksanaan kegiatan juga mengandung maksud pastoral yang penting. Melalui kunjungan ini, umat diharapkan semakin mengenal kehidupan dan karya pembinaan calon imam di seminari. Kehadiran umat sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata bagi keberlangsungan karya pendidikan calon imam, termasuk melalui sumbangan sukarela untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan seminari.
Uskup berangkat dari rumah keuskupan jam 08.00 dan tiba di Seminari Xaverius Kakaskasen sekitar pukul 09.45 WITA. Setelah melakukan persiapan, Uskup bersama para imam memasuki tempat perayaan dalam sebuah perarakan yang dimulai dari ruang kelas menuju bangsal yang telah disiapkan di lapangan sepak bola seminari.
Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10.00 WITA. Uskup bertindak sebagai selebran utama dan didampingi oleh pastor asisten, kedua imam yubilaris—Pastor Frangky Runtu, Pr. dan Pastor Yus Talangi—serta para imam lain yang hadir. Perayaan tersebut juga diikuti oleh para frater Seminari Xaverius Kakaskasen, para suster, serta umat Paroki GPI dan Paroki Paniki. Jumlah seluruh peserta diperkirakan mencapai kurang lebih 1.000 orang.
Dalam perayaan Ekaristi tersebut, Pastor Frangky Runtu, Pr. menyampaikan homili. Melalui permenungan yang dibawakannya, umat diajak untuk mensyukuri rahmat panggilan dan tahbisan imamat sebagai anugerah Allah bagi Gereja. Perayaan ulang tahun tahbisan imamat tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan pelayanan seorang imam, tetapi juga menjadi saat untuk memperbarui kesetiaan kepada panggilan serta memperteguh kebersamaan antara imam dan umat dalam perutusan Gereja.
Menjelang berkat penutup, disampaikan beberapa sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh imam yubilaris sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas penyertaan Tuhan serta dukungan umat sepanjang perjalanan pelayanannya. Selanjutnya, Uskup menyampaikan sambutan dan pesan pastoral kepada kedua imam yubilaris serta seluruh umat yang hadir. Wakil umat juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat dan ungkapan syukur mewakili kedua paroki.
Sesudah berkat penutup, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin ulang tahun tahbisan imamat serta penyerahan hadiah kepada para imam yubilaris. Suasana penuh sukacita dan persaudaraan semakin terasa ketika Uskup, para imam, para frater, para suster, perwakilan umat, dan para undangan mengabadikan kebersamaan melalui sesi foto bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santap siang bersama. Tempat makan bagi Uskup, para imam, para undangan, dan umat telah diatur di gedung olahraga (sport hall) serta refter seminari. Jamuan persaudaraan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling berjumpa, menyapa, dan mempererat kebersamaan sebagai satu keluarga Allah.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Uskup meninggalkan Seminari Xaverius Kakaskasen dan kembali ke Rumah Keuskupan.
Perayaan syukur ini menjadi peristiwa iman yang mempertemukan rasa syukur atas rahmat imamat, penghormatan kepada Santa Perawan Maria, semangat persaudaraan antarumat, serta kepedulian terhadap pembinaan calon imam. Melalui perayaan tersebut, umat Paroki GPI dan Paroki Paniki menegaskan dukungan dan doa bagi para imam, khususnya Pastor Frangky Runtu, Pr. dan Pastor Yus Talangi, agar senantiasa setia, sehat, dan penuh sukacita dalam menjalankan tugas penggembalaan yang dipercayakan oleh Tuhan dan Gereja.efter seminari. Sesudah makan bersama, uskup kembali ke rumah Keuskupan
