loader image

Gereja Katolik Keuskupan Manado

Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu MSC, Membuka Rapat kerja Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado, Sabtu 24 Okt. 2026 di paroki Trinitas Maha  kudus paslaten Tomohon

Sabtu, 24 Oktober 2026, menjadi hari kebersamaan bagi keluarga besar Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado. Bertempat di Gereja dan Aula Paroki Paslaten, diselenggarakan rapat kerja perdana kepengurusan KBK Keuskupan Manado yang baru dilantik. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menata langkah pelayanan dan mempererat persekutuan dalam kehidupan menggereja.

Pukul 07.00, Bapa Uskup berangkat dari rumah keuskupan menuju Paroki Paslaten. Beliau tiba sekitar pukul 07.45 dan disambut oleh pengurus KBK bersama tim kerja. Setelah menikmati sarapan, Bapa Uskup memimpin perayaan Ekaristi pada pukul 08.00.

Perayaan Ekaristi mengawali seluruh rangkaian kegiatan, menempatkan doa dan syukur sebagai dasar karya pelayanan. Sebelum berkat penutup, dilaksanakan penerimaan pengurus dan anggota KBK Paroki Paslaten. Seusai Misa, Bapa Uskup berfoto bersama para pengurus dan anggota KBK sebagai kenangan atas kebersamaan tersebut.

Dari gereja, Bapa Uskup melanjutkan kegiatan menuju aula paroki untuk menghadiri pembukaan rapat kerja. Hadir dalam kesempatan ini asisten uskup, pastor paroki, Vikep Tomohon, Pastor Moderator KBK Keuskupan Manado, pengurus KBK keuskupan, para ketua KBK paroki dan kevikepan, serta panitia, pengurus, dan anggota KBK Paroki Paslaten.

Pada pukul 10.30, acara pembukaan dimulai. Sambutan Gubernur Sulawesi Utara dibacakan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara. Bapa Uskup kemudian menyampaikan sambutan dan membuka rapat kerja secara resmi.

Dalam sambutannya, Bapa Uskup memaparkan gambaran kehidupan dan pelayanan Keuskupan Manado. Keuskupan memiliki 79 paroki, 421 stasi, sekitar 1.500 wilayah rohani, serta berbagai kelompok kategorial, dengan jumlah umat sekitar 150.000 jiwa. Luasnya medan pelayanan tersebut memperlihatkan besarnya tanggung jawab pastoral yang diemban bersama oleh para gembala dan umat beriman.

Bapa Uskup turut menyampaikan keberadaan karya pendidikan keuskupan, yang mencakup 254 sekolah, empat seminari, serta lembaga pendidikan tinggi. Perhatian juga diberikan pada karya pastoral, pelayanan sosial, dan penataan aset Gereja. Penyelesaian persoalan tanah terus diupayakan dengan melibatkan notaris dan praktisi hukum. Dalam pelayanan sakramental, beliau menyebut jumlah penerima Sakramen Krisma yang telah mencapai lebih dari 26.000 orang.

Gambaran tersebut menjadi bahan permenungan bagi para peserta dalam menempatkan karya KBK sebagai bagian dari perutusan Gereja. Rapat kerja perdana ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program dengan kebutuhan umat serta meneguhkan keterlibatan kaum bapak dalam keluarga, paroki, dan masyarakat.

Setelah rangkaian pembukaan selesai, Bapa Uskup berpamitan untuk melanjutkan tugas dan pelayanan lainnya. Kehadiran beliau menyertai awal langkah kepengurusan KBK Keuskupan Manado dalam menyusun karya pelayanan, dengan semangat persekutuan dan kesediaan untuk mengambil bagian dalam perutusan Gereja.