Sebanyak 75 imam Keuskupan Manado mengikuti Hari Studi dan Retret Gelombang Pertama di Centrum Lotta pada 5–9 Oktober 2026. Uskup Manado menutup kegiatan ini secara resmi melalui perayaan Ekaristi pada Jumat , 9 Oktober 2026, pukul 08.00
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para imam untuk mengambil waktu hening, memperoleh penyegaran rohani, dan merefleksikan karya pastoral mereka. Perhatian utama tertuju pada pelayanan sakramen dan sakramentalia, khususnya perayaan Ekaristi, dengan mendalami makna dan ritusnya serta pengaruhnya bagi keselamatan umat Allah dan kehidupan umat dalam kehidupan menggereja maupun masyarakat tetistimewa imsm sendiri.
Melalui hari studi dan retret ini, para imam diharapkan memperbarui semangat pelayanan serta memperteguh kesadaran akan tugas dan tanggung jawab mereka. Pendalaman tersebut diharapkan membantu para imam melayani umat dengan pemahaman yang lebih utuh dan perhatian yang lebih besar terhadapnperayaan ekaristi.
Rangkaian acara penutupan diawali dengan kedatangan Uskup di Centrum Lotta sekitar pukul 07.45. Setibanya di Centrum Lotta, Uskup meluangkan waktu untuk berbincang bersama para imam yang telah hadir sambil menikmati sarapan pagi. Pertemuan ini mengawali kebersamaan sebelum para peserta mengikuti acara penutupan pada jam 08.00.
Tepat jam 08.00 acara dimulai di ruang pertemuan diawali sesi tanya jawab, penegasan, komentar, masukan masukan atas materi materi yg didalami selama hari hari study oleh pemateri dan peserta. kemudian Uskup memberikan penegasan penegasan yg perlu diperhatikan oleh semua menyangkut materi materi maupun hal hal lain utk perkembangan keuskupan manado. Uskup menekan beberapa hal untuk diperhatikan
@ level pribadi, hendaknya bahwa secara pribadi ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan umat.utk itu perlu kesadaran tanggungjawab, ketelitian dan dirayakan sesuai aturan yg benar tanpa menutup hal hal yg tdk bertentangan dgn arti, makna dan ritus yg resmi.
@ level kelompok gereja ( wil roh. stasi paroki, kevjkepan jeuskupan dan gereja universal. Perlu katekese supaya perayaan ekaristi memenuhi kebutuhan dan harus dirayakan dengan benar sesuai dengan arti makna dan ritus dan membawa dampak yg diharapkan. Untuk itu perlu katekese berkesinambung dan kontinuitas serta sistematis oleh semua teistimewa yg bertanggung jawab sesuai tingkatan. untuk itu perlu katekese terus menerus di semua lini secara sistematis.k
@ level dunia Masyarakat
perayaan ejatisti hrs menjadi sumber dan puncsk kejiduoan umag jatolik
Uskup menutup secara resmi hari study. Seusai acara penutupan Uskup kembali ke rumah keuskupan, sementara para imam melanjutkan dengan perayaan Ekaristi.













