Pada Rabu, 13 Mei 2026, Paroki Santo Fransiskus de Sales Kokoleh Melanjutkan Kegiatan Kunungan Pastoral/ Kanonik. Ini merupakan lanjutan Hari petrtama yang sudah berlangsung kemarin.
Kegiatan pada hari ini dimulai secara resmi pada pukul 09.00 waktu setempat. Kunjungan tersebut dihadiri oleh para perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP), stasi, wilayah rohani, dan kelompok-kelompok kategorial. Jumlah peserta yang hadir lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan serupa sebelumnya. Kehadiran tersebut mencerminkan besarnya antusiasme umat untuk mengambil bagian dalam proses pastoral dan pembangunan kehidupan paroki.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi dialog antara umat dan Bapak Uskup bersama anggota Kuria. Meskipun Pastor Paroki berhalangan hadir, dialog tetap berlangsung dengan tertib, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan. Setiap utusan memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pergumulan, kebutuhan, harapan, dan aspirasi yang berkembang di lingkungan pelayanan masing-masing.
Dalam suasana yang hangat dan akrab, para peserta menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan menggereja, pelayanan pastoral, pengembangan komunitas basis, serta pelaksanaan karya kerasulan di paroki, stasi, wilayah rohani, dan kelompok kategorial. Keterbukaan para peserta menjadikan dialog tersebut bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan sebuah proses mendengarkan dan berjalan bersama dalam semangat sinodalitas.
Bapak Uskup dan anggota Kuria memberikan tanggapan, arahan, serta peneguhan atas berbagai persoalan yang disampaikan. Setiap pokok pembicaraan dan tanggapan yang diberikan dicatat secara cermat dalam notulen pertemuan. Catatan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam merencanakan langkah-langkah pastoral selanjutnya, sehingga aspirasi umat dapat ditindaklanjuti secara tepat, terarah, dan bertanggung jawab.
Setelah sesi dialog berakhir, seluruh peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Pada pukul 12.00 waktu setempat, Misa Syukur dimulai dan dipimpin langsung oleh Bapak Uskup. Perayaan Ekaristi tersebut diikuti oleh seluruh peserta kunjungan serta umat yang berdomisili di sekitar gereja pusat paroki.
Dalam suasana yang khidmat dan penuh syukur, umat menyatukan seluruh pengalaman, pergumulan, harapan, dan niat pelayanan mereka dalam perayaan Ekaristi. Kehadiran Bapak Uskup sebagai gembala utama keuskupan menghadirkan peneguhan tersendiri bagi umat. Perayaan tersebut juga memperlihatkan kesatuan umat dengan Gereja partikular dan Gereja universal dalam persekutuan iman yang satu.
Melalui perayaan Ekaristi, seluruh peserta kembali diingatkan bahwa setiap karya pastoral harus berakar pada Kristus dan memperoleh kekuatannya dari persekutuan dengan-Nya. Suasana rohani yang mendalam selama perayaan menyentuh hati umat dan mengobarkan kembali semangat mereka untuk melayani dengan tulus, setia, dan penuh kasih.
Usai perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di aula paroki. Bapak Uskup, anggota Kuria, para utusan, dan umat menikmati santap siang bersama dalam suasana kekeluargaan. Kebersamaan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus melanjutkan percakapan secara lebih santai.
Sebelum kegiatan berakhir, para peserta mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto bersama. Dokumentasi tersebut menjadi kenang-kenangan atas peristiwa berahmat yang telah dialami oleh umat Paroki Santo Fransiskus de Sales Kokoleh.
Kunjungan pastoral dan kanonik ini berakhir dalam suasana penuh syukur, sukacita, semangat, dan harapan. Bapak Uskup beserta rombongan meninggalkan paroki setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para peserta pun kembali ke tempat pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui untuk melanjutkan tugas perutusan di paroki, stasi, wilayah rohani, dan kelompok kategorial.
Seluruh proses dan hasil kegiatan dicatat secara sistematis dalam notulen pertemuan. Notulen tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi administratif, tetapi juga menjadi acuan bagi evaluasi, penyusunan program, dan tindak lanjut pastoral pada masa mendatang. Dengan demikian, setiap suara, kebutuhan, dan aspirasi umat diharapkan dapat dipertimbangkan serta diwujudkan secara bertahap melalui kebijakan dan kegiatan pastoral yang sesuai.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kehidupan Gereja dibangun melalui semangat persekutuan, partisipasi, dan perutusan. Dengan penyertaan Tuhan serta bimbingan Roh Kudus, umat Paroki Santo Fransiskus de Sales Kokoleh diharapkan semakin bertumbuh sebagai persekutuan yang hidup, dewasa dalam iman, tekun dalam pelayanan, dan setia mewartakan kasih Kristus di tengah masyarakat.
