loader image

Gereja Katolik Keuskupan Manado

Uskup Memberkati Aula Paroki, Menerimakan Komuni Pertama, dan Memimpin Perayaan Pesta Pelindung Paroki Trinitas Mahakudus Tomohon, 31 Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026, menjadi hari yang penuh sukacita dan syukur bagi umat Paroki Trinitas Mahakudus Tomohon. Pada hari tersebut, umat bersama-sama merayakan sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan paroki, yakni pemberkatan Aula Paroki, penerimaan Komuni Pertama, Pesta Pelindung Paroki Trinitas Mahakudus, serta peringatan hari ulang tahun tahbisan imamat Pastor Hadi Untu dan Pastor Luis Bayak.

Rangkaian perayaan dimulai sekitar pukul 08.30 WITA ketika Uskup tiba di halaman Gereja Paroki Trinitas Mahakudus Tomohon. Kehadiran Bapa Uskup disambut dengan penuh hormat dan sukacita oleh sekitar 300 orang yang terdiri atas umat paroki, anak-anak calon penerima Komuni Pertama, anggota paduan suara, para undangan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah.

Di pintu gerbang gereja, Bapa Uskup disambut melalui atraksi Kabasaran, tarian perang tradisional Minahasa yang menggambarkan semangat, keberanian, dan penghormatan terhadap tamu agung. Selanjutnya, tim kerja menyematkan bunga di dada Bapa Uskup sebagai tanda selamat datang. Setelah prosesi penyambutan, Bapa Uskup bersama rombongan berarak menuju pastoran untuk beristirahat sejenak sekaligus mempersiapkan diri bagi pemberkatan aula dan Perayaan Ekaristi.

Pada pukul 09.00 WITA, upacara pemberkatan Aula Paroki dimulai di depan pintu gerbang aula. Pemberkatan dipimpin langsung oleh Bapa Uskup dan diikuti dengan khidmat oleh para imam, umat, serta seluruh undangan yang hadir. Kendati beberapa bagian aula masih memerlukan penyempurnaan, pemberkatan tetap dilaksanakan agar bangunan tersebut dapat segera digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pastoral, pembinaan iman, pertemuan umat, dan pelayanan sosial kemasyarakatan di lingkungan paroki.

Melalui doa pemberkatan dan pemercikan air suci, aula tersebut secara resmi dipersembahkan bagi pelayanan serta persekutuan umat. Pemberkatan ini sekaligus menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Allah dalam seluruh proses pembangunan, juga atas semangat kebersamaan umat yang telah mengambil bagian melalui doa, tenaga, perhatian, dan berbagai bentuk dukungan lainnya.

Setelah pemberkatan, Bapa Uskup menandatangani prasasti peresmian Aula Paroki. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh para imam, pengurus Dewan Pastoral Paroki, umat, serta undangan yang hadir. Prasasti itu menjadi penanda historis sekaligus kenangan akan peristiwa penting dalam perjalanan pastoral Paroki Trinitas Mahakudus Tomohon.

Selesai pemberkatan dan penandatanganan prasasti, seluruh umat memasuki gedung gereja pusat paroki untuk mengikuti Misa Syukur. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Bapa Uskup dengan didampingi oleh Pastor Asisten, Pastor Paroki, Pastor Luis Bayak sebagai putra paroki, Pastor Berti Imbar, Pastor Piet Tinangon, serta para imam lainnya yang hadir.

Perayaan Ekaristi berlangsung meriah, khidmat, dan sarat makna. Sukacita umat semakin lengkap karena dalam Misa tersebut sejumlah anak menerima Komuni Pertama. Setelah menjalani persiapan iman dan pendampingan, anak-anak itu untuk pertama kalinya menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi.

Penerimaan Komuni Pertama ini merupakan peristiwa istimewa dalam perjalanan iman mereka. Melalui Sakramen Ekaristi, anak-anak dipersatukan secara lebih mendalam dengan Kristus dan mengambil bagian sepenuhnya dalam perjamuan Tuhan bersama seluruh umat beriman. Perayaan tersebut sekaligus menjawab kerinduan sejumlah anak yang telah duduk di kelas V sekolah dasar atau jenjang yang lebih tinggi untuk menerima Komuni Kudus.

Dalam suasana Pesta Tritunggal Mahakudus, umat diajak untuk semakin menghayati iman akan Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Misteri Tritunggal Mahakudus tidak hanya menjadi nama dan pelindung paroki, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan persekutuan umat. Sebagaimana Bapa, Putra, dan Roh Kudus hidup dalam persekutuan kasih yang sempurna, demikian pula umat dipanggil untuk membangun kesatuan, saling melayani, dan menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan syukur tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun tahbisan imamat Pastor Hadi Untu dan Pastor Luis Bayak. Umat mensyukuri anugerah panggilan serta pelayanan imamat kedua pastor tersebut. Dalam doa, umat memohon agar keduanya senantiasa dianugerahi kesehatan, kebijaksanaan, ketekunan, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas penggembalaan serta pelayanan kepada Gereja dan umat Allah.

Seusai Perayaan Ekaristi, dilaksanakan sesi foto bersama. Bapa Uskup dan para imam berfoto bersama anak-anak yang baru menerima Komuni Pertama, anggota paduan suara, serta para pengurus Dewan Pastoral Paroki. Foto bersama tersebut mengabadikan sukacita dan kebersamaan umat dalam peristiwa bersejarah bagi paroki.

Seluruh rangkaian kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Aula Paroki yang baru diberkati. Aula itu untuk pertama kalinya menjadi tempat berkumpulnya umat dan undangan dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran berbagai unsur umat, masyarakat, dan pemerintah memperlihatkan hubungan persaudaraan serta semangat kebersamaan yang telah tumbuh dan terpelihara dengan baik.

Dalam sambutannya, Bapa Uskup mengajak umat menelusuri kembali sejarah berdirinya Paroki Trinitas Mahakudus Tomohon. Beliau juga mengulas tokoh yang namanya dipilih sebagai nama Aula Paroki, seraya mengajak umat meneladani nilai-nilai kehidupan, iman, dan pengabdiannya. Pesan tersebut menegaskan bahwa sebuah bangunan gerejawi tidak hanya memiliki fungsi fisik, tetapi juga mengandung makna historis, spiritual, dan pastoral bagi seluruh umat.

Aula yang baru diberkati diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang menghidupkan semangat persaudaraan. Di tempat inilah berbagai gagasan, rencana pastoral, kegiatan pembinaan, dan karya pelayanan dapat dikembangkan demi pertumbuhan Gereja serta kebaikan masyarakat. Oleh karena itu, umat diajak untuk menggunakan dan memelihara aula tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab.

Setelah seluruh sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan santap bersama. Suasana penuh keakraban terasa ketika Bapa Uskup, para imam, umat, dan undangan menikmati hidangan sambil berbincang dan berbagi kegembiraan. Kebersamaan di meja perjamuan menjadi penutup yang indah bagi rangkaian perayaan hari itu.

Seusai santap bersama, Bapa Uskup berpamitan kepada para imam, pengurus paroki, umat, dan undangan. Beliau kemudian kembali ke rumah keuskupan bersama Pastor Asisten dan pengemudi.