loader image

Gereja Katolik Keuskupan Manado

Uskup Manado Membuka Family Gathering Komsos Keuskupan Manado di Paroki Warembungan, 16 Mei 2026

Uskup Manado menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Family Gathering Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado yang diselenggarakan di kompleks Gereja dan Pastoran Paroki Warembungan, Sabtu, 16 Mei 2026. Pertemuan tahunan tersebut menghimpun para penggerak dan pemerhati Komsos dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Manado.

Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin Komisi Komsos Keuskupan Manado. Pelaksanaannya dilakukan setiap tahun secara bergilir di paroki-paroki yang telah memiliki tim Komsos. Selain menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, pertemuan ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan berkelanjutan bagi para pelayan Komsos agar mampu menanggapi perkembangan dunia komunikasi dan dinamika sosial secara bijaksana, kritis, serta berlandaskan iman Katolik.

Pada pukul 08.00 WITA, Uskup bertolak menuju Paroki Warembungan dengan didampingi oleh Pastor Asisten dan pengemudi. Rombongan tiba sekitar pukul 08.45 WITA dan disambut dengan penuh sukacita oleh panitia serta para peserta yang telah berkumpul di kompleks paroki.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Uskup, Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Direktur Kompas, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Dewan Pastoral Paroki Warembungan, tim-tim Komsos paroki se-Keuskupan Manado, umat Paroki Warembungan, serta berbagai unsur pendukung kegiatan. Para petugas LC turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Tepat pukul 09.00 WITA, rangkaian acara pembukaan dimulai. Para peserta terlebih dahulu diajak menyaksikan tayangan visual yang menampilkan berbagai kegiatan Komsos yang telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk dokumentasi Family Gathering pada tahun-tahun terdahulu di paroki-paroki lain. Tayangan tersebut menjadi kenangan bersama sekaligus gambaran mengenai perjalanan pelayanan Komsos di Keuskupan Manado.

Pembawa acara kemudian mengarahkan perhatian seluruh peserta kepada tema pertemuan, yaitu “Komunikasi Sosial: Kebaikan dan Tantangan.” Tema tersebut mengajak para peserta untuk melihat media komunikasi sebagai anugerah yang dapat dipergunakan bagi kebaikan bersama, sekaligus menyadari berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya kebersamaan, koordinasi, dan pengembangan kemampuan para pelayan Komsos di setiap paroki. Pelayanan Komsos tidak hanya berkaitan dengan dokumentasi dan penyebaran informasi, tetapi terutama merupakan bagian penting dari perutusan Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira kepada seluruh umat.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI selanjutnya menyampaikan sambutan yang meneguhkan peran para pelayan komunikasi sosial di tengah pesatnya perkembangan media. Para penggerak Komsos diharapkan mampu menghadirkan komunikasi yang benar, mendidik, menyejukkan, dan membangun persaudaraan. Mereka juga diharapkan dapat menjadi pewarta yang bertanggung jawab serta mampu menghadirkan nilai-nilai Injili di ruang publik dan dalam dunia digital.

Dalam sambutan dan arahannya, Uskup menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan sarana penting dalam pelayanan dan pewartaan iman Katolik. Melalui pelayanan Komsos, identitas, karya, dan perutusan Gereja dapat diperkenalkan serta disampaikan kepada umat dan masyarakat secara tepat, menarik, dan bertanggung jawab.

Uskup juga mengingatkan bahwa perkembangan media sosial membawa banyak peluang sekaligus tantangan. Media sosial dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk menyebarkan kebaikan, memperluas jangkauan pewartaan, serta membangun persaudaraan. Namun, media yang sama juga dapat menjadi tempat berkembangnya informasi yang keliru, ujaran kebencian, perpecahan, dan berbagai hal yang melemahkan kehidupan moral serta iman umat.

Oleh karena itu, para pelayan Komsos dipanggil untuk memiliki kedewasaan iman, kecakapan bermedia, dan tanggung jawab moral. Mereka diharapkan tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi sungguh-sungguh menjadi saksi Kristus yang mewartakan kebenaran, keadilan, kesejahteraan, perdamaian, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di tengah berbagai godaan dan tantangan dunia digital, Komsos hendaknya turut menjaga serta meneguhkan iman umat agar tetap berakar dalam ajaran Kristus dan persekutuan Gereja.

Pada akhir sambutannya, Uskup membuka secara resmi Family Gathering Komsos Keuskupan Manado Tahun 2026 dengan membunyikan tetengkoren. Bunyi alat komunikasi tradisional tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan sekaligus lambang panggilan untuk membangun komunikasi yang menyatukan, menggerakkan, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Setelah pembukaan resmi, peserta kembali menyaksikan sejumlah tayangan yang berkaitan dengan karya-karya Komsos. Panitia juga menampilkan sebuah drama pendek yang mengangkat pesan mengenai kebaikan dan tantangan dalam komunikasi sosial. Pertunjukan tersebut dikemas secara menarik serta mengajak peserta berefleksi tentang cara menggunakan media secara arif, bermartabat, dan selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

Suasana persaudaraan semakin terasa dalam acara ramah tamah dan makan bersama. Uskup, para imam, narasumber, panitia, peserta, dan umat berbaur dalam sukacita kekeluargaan. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata semangat persekutuan di antara para pelayan Komsos yang berasal dari berbagai paroki di Keuskupan Manado.

Sebelum meninggalkan tempat kegiatan, Uskup berkenan mengikuti sesi foto bersama dengan para peserta dan panitia. Setelah berpamitan kepada seluruh hadirin, Uskup bersama rombongan kembali menuju Rumah Keuskupan.

Pelaksanaan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado di Paroki Warembungan menjadi kesempatan berharga untuk mempererat persatuan, memperkuat jejaring pelayanan, dan memperbarui komitmen para pelayan Komsos. Melalui pertemuan ini, mereka diharapkan semakin mampu menjadikan media komunikasi sebagai ruang pewartaan yang menghadirkan kebenaran, kasih, harapan, dan sukacita Injil di tengah Gereja serta masyarakat.